Bawaslu Inhu Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026
|
Rengat Barat – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) resmi melaksanakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Bawaslu dalam meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi. Pembukaan kegiatan dilaksanakan secara Dalam Jaringan (daring) oleh Bawaslu Provinsi Riau dan diikuti secara serentak oleh tiga kabupaten penyelenggara P2P Tahun 2026, yakni Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Indragiri Hulu.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Anggota Bawaslu Provinsi Riau, Amiruddin Sijaya, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran Bawaslu Kabupaten/Kota dalam memberikan pembelajaran dan pendampingan yang maksimal kepada seluruh peserta.
“Peserta ini tentunya punya harapan besar untuk memiliki pemahaman terkait demokrasi, pemilu, pilkada, serta bagaimana mekanisme pengaduan dan pengawasan itu dilakukan. Bawaslu Kabupaten harus maksimal dalam memberikan pengetahuan kepada peserta,” ujar Amiruddin.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi Riau tersebut juga menyampaikan bahwa seorang pengawas partisipatif harus memiliki dua modal utama, yaitu pengetahuan dan pengalaman.
“Dengan adanya Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif ini tentunya akan semakin menambah pengalaman dan pengetahuan peserta yang mengikuti kegiatan hari ini,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Amiruddin menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan sekadar kegiatan pembelajaran, tetapi juga wadah untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar turut berperan aktif dalam mengawasi jalannya demokrasi.
“Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang membangun kesadaran bersama untuk menjaga kualitas demokrasi sebagaimana tema P2P tahun ini, yaitu Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat,” tegasnya.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Alnofrizal, yang memberikan motivasi kepada peserta terkait pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.
Dalam sambutannya, Alnofrizal menyampaikan bahwa setidaknya terdapat tiga karakter utama yang harus dimiliki masyarakat untuk menjadi pengawas partisipatif.
“Yang pertama, masyarakat harus mempunyai kepedulian terhadap pemilu maupun pilkada. Dengan kepedulian itu kita akan memiliki rasa memiliki terhadap bangsa ini semakin kuat,” ujarnya.
Selain kepedulian, Alnofrizal juga menekankan pentingnya sikap kritis sebagai bekal dalam memahami berbagai dinamika demokrasi.
“Yang kedua adalah sifat kritis. Ini penting agar kita bisa lebih maju dan memiliki pencerahan sehingga dalam kehidupan ini memiliki bekal ilmu pengetahuan yang baik,” katanya.
Sementara poin ketiga adalah keberanian dalam menyuarakan kebenaran demi menjaga demokrasi yang sehat dan bermartabat.
“Masyarakat harus berani menyuarakan kebenaran dan tidak takut menyampaikan laporan maupun masukan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menjaga demokrasi yang adil dan bermartabat,” pungkas Alnofrizal.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Indragiri Hulu, Dedi Risanto, S.IP., S.H., M.Si., menyampaikan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya pengawasan yang kuat di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai mitra strategis Bawaslu.
“Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kami ingin melahirkan generasi pengawas partisipatif yang memiliki pengetahuan, kepedulian, keberanian, dan integritas dalam menjaga kualitas demokrasi. Pengawasan pemilu adalah tanggung jawab bersama, sehingga partisipasi masyarakat menjadi kunci terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat,” ujar Dedi.
Dedi juga berharap para peserta dapat memanfaatkan seluruh rangkaian pembelajaran yang diberikan selama kegiatan berlangsung untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan kepemiluan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh nantinya dapat menjadi bekal untuk ikut mengedukasi masyarakat serta menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026, Bawaslu Kabupaten Indragiri Hulu berharap lahir agen-agen pengawasan yang mampu menjadi mitra Bawaslu dalam menjaga integritas demokrasi serta mewujudkan Pemilu 2029 yang berintegritas, berkualitas, dan bermartabat