Menjaga Demokrasi, Merawat Indonesia
|
Demokrasi merupakan warisan besar yang kita terima dari perjuangan panjang bangsa ini. Demokrasi tidak hanya berarti sistem politik atau sekadar prosedur Pemilu, tetapi juga cermin dari penghormatan terhadap martabat dan hak asasi manusia. Di dalam demokrasi, setiap suara rakyat adalah kedaulatan, dan setiap pilihan adalah arah masa depan bangsa.
Pemilu adalah salah satu pilar utama dalam menjaga tegaknya demokrasi. Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas menjadi penentu kualitas demokrasi kita. Di sinilah Bawaslu hadir, bukan sekadar sebagai lembaga pengawas, tetapi sebagai pengawal keadilan Pemilu, penjaga hak pilih rakyat, sekaligus benteng integritas demokrasi
Tugas pengawasan yang dijalankan Bawaslu bukanlah hal yang ringan. Di baliknya ada tanggung jawab besar: memastikan tidak ada satu pun warga negara kehilangan hak pilihnya, memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan, serta menindak setiap bentuk kecurangan yang berpotensi mencederai keadilan. Pengawasan tidak hanya soal menegakkan regulasi, melainkan juga menjaga amanah rakyat.
Namun, kami menyadari bahwa demokrasi tidak bisa dijaga hanya oleh Bawaslu semata. Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Mitra kerja, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, hingga masyarakat umum memiliki peran penting dalam membangun pengawasan partisipatif. Sinergi inilah yang menjadi kunci dalam mewujudkan Pemilu yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Momentum kebangsaan seperti Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dan setiap tahapan Pemilu harus menjadi pengingat bahwa demokrasi bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya. Demokrasi adalah hasil perjuangan, dan karena itu harus terus dirawat. Kita harus menjaganya dari segala bentuk ancaman, baik itu praktik politik uang, penyalahgunaan kekuasaan, maupun sikap apatis dari masyarakat sendiri.
Sebagai Ketua Bawaslu INHU, saya ingin menegaskan komitmen kami: Bawaslu akan selalu berdiri di garis depan untuk menjaga tegaknya demokrasi. Kami bekerja dengan prinsip independensi, profesionalitas, dan integritas, agar kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu tetap terjaga.
Akhirnya, demokrasi adalah milik kita bersama. Merawat demokrasi berarti menjaga masa depan bangsa. Mari kita jadikan pengawasan Pemilu sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif, karena hanya dengan itulah kita dapat mewariskan demokrasi yang kokoh kepada generasi mendatang.
Photo : Ardi amsyar