Lompat ke isi utama

Berita

Menegakkan Keadilan Pemilu Melalui Penanganan Pelanggaran

Anggota Bawaslu INHU Salestua Deni,SH,MH

Anggota Bawaslu INHU Salestua Deni,SH,MH

Pemilu bukan hanya pesta demokrasi, melainkan juga instrumen utama untuk memastikan kedaulatan rakyat benar-benar terwujud. Agar Pemilu berjalan dengan jujur, adil, dan bermartabat, maka seluruh prosesnya harus bebas dari praktik pelanggaran. Di sinilah peran penanganan pelanggaran menjadi sangat penting.Penanganan pelanggaran bukan sekadar tugas teknis, melainkan wujud nyata dari komitmen Bawaslu dalam menegakkan integritas Pemilu. Setiap laporan, temuan, dan indikasi pelanggaran harus diproses dengan cepat, tepat, dan transparan. Hal ini bukan hanya demi kepastian hukum, tetapi juga demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu.

Kami menyadari, pelanggaran Pemilu memiliki wajah yang beragam. Ada pelanggaran administrasi, pidana Pemilu, pelanggaran kode etik, hingga sengketa proses Pemilu. Semua itu membutuhkan penanganan yang cermat, koordinasi yang solid, serta pemahaman regulasi yang kuat. Tugas ini tentu tidak ringan, tetapi merupakan amanah yang harus dijalankan demi tegaknya demokrasi.

Dalam menjalankan fungsi ini, Bawaslu INHU berpegang pada prinsip independensi, akuntabilitas, profesionalitas, dan keadilan. Setiap pihak yang terlibat dalam proses Pemilu memiliki hak yang sama untuk diperlakukan secara adil, tanpa ada yang diistimewakan maupun didiskriminas

Namun, keberhasilan penanganan pelanggaran tidak bisa hanya bergantung pada Bawaslu. Kami membutuhkan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi, melaporkan dugaan pelanggaran, serta ikut serta dalam membangun budaya politik yang sehat. Partisipasi publik adalah energi besar yang akan memperkuat upaya penegakan hukum Pemilu.

Bagi kami, setiap langkah penanganan pelanggaran adalah bagian dari ikhtiar menjaga demokrasi. Bukan sekadar menyelesaikan kasus, tetapi memastikan bahwa keadilan hadir di tengah masyarakat. Dengan begitu, Pemilu tidak hanya menjadi ajang perebutan kekuasaan, melainkan benar-benar sarana perwujudan kedaulatan rakyat.

Mari bersama-sama kita tegakkan keadilan Pemilu, karena demokrasi yang kuat hanya bisa berdiri di atas fondasi hukum yang adil dan berintegritas.

Photo : Ardi amsyar